JOMBANG | jatimmetropolis.com – Semangat kepedulian sosial dan gotong royong terus ditunjukkan oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PRNU Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Melalui program santunan duka, LAZISNU PRNU Pagerwojo berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terdapat warga yang meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan sedang mengalami masa berduka.
Kegiatan sosial tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan berupa air minum sebanyak enam dus serta bantuan uang tunai dengan nominal sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian, kepedulian, dan solidaritas kepada keluarga yang sedang tertimpa musibah kehilangan anggota keluarga.
Program santunan duka ini menjadi salah satu bentuk pengabdian sosial LAZISNU PRNU Pagerwojo kepada masyarakat. Dana bantuan yang disalurkan berasal dari hasil pengumpulan koin infak warga Desa Pagerwojo yang dihimpun secara rutin setiap satu bulan sekali.
Mekanisme pengumpulan infak dilakukan melalui toples koin yang digunakan warga untuk menyisihkan sebagian rezekinya secara sukarela. Setiap bulan, petugas LAZISNU PRNU Pagerwojo mengambil dan menghimpun koin-koin tersebut untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Meskipun berasal dari uang koin dengan nominal yang relatif kecil, apabila dikumpulkan bersama secara rutin, dana tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui santunan duka bagi keluarga warga yang meninggal dunia.
Bantuan berupa enam dus air minum dan uang tunai sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga yang sedang berduka. Lebih dari sekadar bantuan materi, santunan tersebut juga menjadi simbol perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Sekretaris LAZISNU PRNU Pagerwojo, Imam Sampurno, menyampaikan harapannya agar seluruh petugas LAZISNU Pagerwojo dapat terus berkhidmat dan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
“Semoga saja semua petugas LAZISNU Pagerwojo bisa terus berkhidmat dalam menjalankan tugas,” ungkap Imam Sampurno.
Baca Juga: Tolak Kembalikan Uang Dugaan Pungli Warga, Sekdes Pagerwojo Jombang Malah Tantang Lapor Balik
Harapan tersebut menjadi dorongan bagi para petugas untuk terus menjaga semangat pengabdian, mulai dari menghimpun infak masyarakat hingga menyalurkannya kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program sosial di tingkat desa. Partisipasi warga melalui toples koin menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan adanya sistem pengumpulan koin setiap bulan, warga memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam membantu sesama. Tidak harus menunggu memiliki harta berlebih, sebab kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Di tengah kehidupan bermasyarakat, keberadaan program santunan duka seperti ini diharapkan dapat memperkuat nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan. Ketika salah satu warga mengalami musibah, kepedulian dari lingkungan sekitar dapat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu, pengelolaan dana infak secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Dana yang dihimpun dari warga diharapkan dapat disalurkan sesuai peruntukannya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan santunan duka ini, LAZISNU PRNU Pagerwojo diharapkan terus menjalankan peran sosialnya dan menjaga semangat berkhidmat kepada masyarakat. Konsistensi para petugas dalam menghimpun serta menyalurkan bantuan menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan sosial di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Dari koin-koin kecil yang dikumpulkan warga, tumbuh kepedulian yang memiliki arti besar bagi sesama. Program ini menjadi pengingat bahwa membantu orang lain tidak selalu harus melalui bantuan dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari keikhlasan dan kebersamaan.
Editor : Bagas Raditya Saputro