PERAK | jatimmetropolis.com – Peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjalani serangkaian tahapan pendidikan dan penggemblengan pada Minggu (18/10/2026) dini hari. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.30 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses kaderisasi untuk membentuk anggota Banser yang memiliki kedisiplinan, ketahanan mental, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan pada dini hari itu berlangsung di sejumlah lokasi, mulai dari Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzul Qur’an di Ngemplak, Kecamatan Perak, hingga Pondok Pesantren An-Najar dan Masjid Baiturrahman di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.
Sebelum mengikuti tahapan penggemblengan, para peserta Diklatsar terlebih dahulu keluar dari Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzul Qur’an, Ngemplak. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pondok Pesantren An-Najar, Pagerwojo. Perjalanan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan dasar yang diikuti para peserta selama tiga hari pelaksanaan.
Dengan mengikuti setiap tahapan yang telah dijadwalkan, para peserta menunjukkan keseriusan dalam menjalani proses pendidikan dan latihan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengenal lebih jauh organisasi Banser, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan kesiapan dalam menjalankan tugas organisasi.
Digembleng KH. Nur Hasan Ansori di Pondok Pesantren An-Najar
Setibanya di Pondok Pesantren An-Najar, Desa Pagerwojo, para peserta mulai memasuki tahapan penggemblengan yang dipimpin oleh KH. Nur Hasan Ansori. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Dalam rangkaian Diklatsar, tahapan penggemblengan menjadi salah satu bagian penting yang diikuti para peserta sebelum melanjutkan agenda berikutnya. Proses pendidikan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter kader agar mampu memahami arti kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan organisasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Selain itu, kegiatan penggemblengan juga menjadi momentum bagi peserta untuk memperkuat tekad dalam mengikuti seluruh rangkaian pendidikan hingga selesai. Para peserta dituntut untuk mengikuti tahapan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara dengan tetap memperhatikan arahan pembina dan panitia kegiatan.
Keikutsertaan para peserta dalam rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada materi organisasi, tetapi juga pada pembentukan sikap, kebersamaan, dan semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Peserta Berjalan Berkelompok Menuju Masjid Baiturrahman
Setelah menyelesaikan tahapan penggemblengan di Pondok Pesantren An-Najar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Masjid Baiturrahman, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak.
Dalam perjalanan menuju masjid, para peserta menggunakan penutup mata dan berjalan secara berkelompok. Tahapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Diklatsar yang telah dipersiapkan oleh penyelenggara.
Perjalanan secara berkelompok tersebut turut mewarnai rangkaian kegiatan pada dini hari. Para peserta melanjutkan perjalanan menuju lokasi berikutnya dengan mengikuti arahan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Kekompakan dan kebersamaan menjadi bagian yang terlihat dalam pelaksanaan tahapan tersebut. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari proses pendidikan dasar yang mereka jalani sejak Jumat hingga Ahad.
Masjid Baiturrahman kemudian menjadi lokasi pelaksanaan tahapan lanjutan setelah para peserta menyelesaikan perjalanan dari Pondok Pesantren An-Najar. Setibanya di lokasi, peserta bersiap mengikuti agenda berikutnya yang telah menjadi bagian dari rangkaian Diklatsar Banser Kecamatan Perak.
Seluruh Peserta Jalani Tes dan Baiat
Sesampainya di Masjid Baiturrahman, Desa Pagerwojo, seluruh peserta Pendidikan dan Latihan Dasar Banser Kecamatan Perak mengikuti tahapan tes dan baiat.
Baca Juga: Jelang Diklatsar Banser ke-39, PAC Ansor Perak Matangkan Persiapan 42 Peserta
Tahapan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan Diklatsar yang berlangsung selama tiga hari. Setelah melalui sejumlah proses pendidikan dan penggemblengan, peserta melanjutkan kegiatan dengan mengikuti tahapan yang dilaksanakan di masjid tersebut.
Prosesi baiat merupakan bagian dari rangkaian kaderisasi yang menandai komitmen peserta dalam mengikuti proses pembentukan kader Banser. Melalui proses pendidikan dasar, peserta diharapkan dapat memahami tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi serta mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai bagian dari Gerakan Pemuda Ansor, Banser memiliki peran dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, membantu masyarakat, serta berpartisipasi dalam menjaga ketertiban sesuai dengan tugas dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, proses kaderisasi melalui Diklatsar menjadi salah satu tahapan yang penting bagi calon anggota untuk mengenal nilai-nilai organisasi, memahami tanggung jawab, dan mempersiapkan diri dalam menjalankan kegiatan pengabdian.
Seluruh peserta mengikuti tahapan tes dan baiat tersebut sebagai bagian dari rangkaian pendidikan yang telah mereka jalani sejak hari pertama kegiatan.
Berlangsung Selama Tiga Hari, Dimulai Jumat hingga Ahad
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Perak, Tufail Afan atau yang akrab disapa Gus Tufa’il Afan, menyampaikan bahwa kegiatan Diklatsar Banser Kecamatan Perak berlangsung selama tiga hari.
Menurut Gus Tufa’il Afan, kegiatan tersebut dimulai pada Jumat (16/10/2026) dan berakhir pada Ahad (18/10/2026).
Rentang waktu tiga hari tersebut diisi dengan berbagai rangkaian pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti para peserta. Setiap tahapan menjadi bagian dari proses kaderisasi yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai organisasi sekaligus membentuk karakter peserta agar lebih siap menjalankan tanggung jawab sebagai kader Banser.
Pelaksanaan kegiatan di beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Perak juga menjadi bagian dari rangkaian agenda yang telah disusun oleh penyelenggara. Mulai dari Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzul Qur’an di Ngemplak, Pondok Pesantren An-Najar, hingga Masjid Baiturrahman di Pagerwojo, seluruh lokasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan peserta dalam mengikuti Diklatsar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarpeserta. Melalui proses pendidikan bersama, para peserta memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi, meningkatkan kekompakan, serta memperkuat semangat dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Diklatsar Ditutup pada Ahad, 18 Oktober 2026
Setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan, acara Diklatsar Banser Kecamatan Perak resmi memasuki tahapan penutupan pada Ahad (18/10/2026).
Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian Pendidikan dan Latihan Dasar yang berlangsung sejak Jumat (16/10/2026). Para peserta telah melewati berbagai agenda pendidikan, mulai dari kegiatan awal, penggemblengan, perjalanan berkelompok, hingga pelaksanaan tes dan baiat.
Berakhirnya kegiatan Diklatsar diharapkan menjadi awal bagi para peserta untuk menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pendidikan. Kader yang telah menjalani proses tersebut diharapkan mampu menjaga kedisiplinan, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar menyelesaikan rangkaian pelatihan, kaderisasi ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang bersedia berkontribusi bagi masyarakat. Semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap organisasi diharapkan dapat terus tumbuh setelah para peserta menyelesaikan pendidikan dasar.
Dengan berakhirnya Diklatsar pada Ahad, PAC GP Ansor Kecamatan Perak telah melaksanakan salah satu agenda kaderisasi Banser yang berlangsung selama tiga hari di wilayah Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Editor : Bagas Raditya Saputro