Jombang – Mahasiswa magang Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkenalkan empat media layanan BK digital kepada guru BK SMA/SMK se-Kabupaten Jombang. Kegiatan bertajuk Sosialisasi Media Layanan BK ini berlangsung di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Jombang pada Rabu, 30 September 2026. Sebanyak 44 guru BK mengikuti secara daring melalui Zoom, sedangkan 6 pengurus Musyawarah Guru BK (MGBK) SMA/SMK hadir langsung di kantor Cabdindik.
Empat produk yang disosialisasikan adalah E-Modul REINNAGOTOROMA, E-Book Stop Bullying dengan judul Upstander, E-Modul Remaja SIAP, dan Handbook KEDIPAN. Semuanya lahir dari kegiatan magang mahasiswa UNESA di Cabdindik Jombang pada 27 Juli hingga 30 September 2026.
Program ini berangkat dari tiga persoalan yang dihadapi remaja: krisis karakter di era digital, perilaku berisiko termasuk perundungan, dan kebingungan memilih jurusan. Guru BK membutuhkan media yang menarik, mudah diakses, dan siap pakai untuk menjawab ketiganya.
REINNAGOTOROMA memuat lima nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter, yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong. E-Book Stop Bullying membahas pencegahan dan penanganan perundungan. E-Modul Remaja SIAP mengangkat kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, semangat belajar, dan kedisiplinan. Handbook KEDIPAN (Kenali Diri, Pilih Jurusan) membantu siswa mengenali minat karier lewat pendekatan RIASEC.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Cabdindik Jombang, bapak Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd. yang pada kesempatan itu diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Cabdindik Jombang yaitu bapak Ulil Mu'amar, S.Sos., M.A.P. Dalam sesi pemaparan, mahasiswa menjelaskan gambaran dan pemanfaatan masing-masing produk sebagai media pendukung layanan BK. Pada sesi tanya jawab, guru BK aktif memberi tanggapan dan masukan tentang materi maupun pemanfaatan media di sekolah masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, keempat media dicetak dan ditempatkan di Cabdindik Wilayah Kabupaten Jombang sebagai arsip instansi. Adapun versi e-file direncanakan disebarkan kepada SMA/SMK binaan Cabdindik se-Kabupaten Jombang, namun ada beberapa produk cetak yang diberikan langsung kebeberapa sekolah. Sehingga dapat dipakai untuk layanan dasar maupun layanan informasi BK. Dengan begitu, media tetap bisa dimanfaatkan berulang tanpa membebani anggaran, bahkan setelah masa magang berakhir. Selama magang, mahasiswa juga membantu administrasi persuratan, notulensi rapat koordinasi, dan penyusunan bahan laporan kinerja instansi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa magang berdampak tidak berhenti pada pembuatan produk. Mahasiswa turun langsung ke tahap sosialisasi agar produk dipahami guru BK sebelum digunakan di sekolah. Khusus Handbook KEDIPAN, mahasiswa juga berencana mendaftarkannya untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Ke depannya, produk-produk ini diharapkan menjadi bahan kerja sama berkelanjutan antara UNESA dan Cabang Dinas Pendidikan wilayah kabupaten Jombang dalam menguatkan karakter, mencegah perilaku berisiko, dan mendampingi karier siswa
Editor : Bagas Raditya Saputro