Jombang, 17 oktober 2026 Suasana malam di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Jogoroto, Jombang, tampak khusyuk. Ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat, para santri justru memanfaatkan waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui salat tahajud.
Keunikan salat tahajud di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an terletak pada penggunaan mushaf selama salat. Para santri memegang mushaf dengan tangan kanan, sementara tangan kiri digunakan untuk melakukan gerakan salat. Setelah imam membaca Surah Al-Fatihah, para makmum membuka mushaf dan menyimak bacaan Al-Qur’an.
Baca juga: Menghidupkan Malam, Santri Pondok Pesantren Hamalatul Quran Membawa Mushaf
Pada rakaat pertama, bacaan Al-Qur’an mencapai seperempat juz atau sekitar lima halaman. Setelah menyelesaikan gerakan rukuk dan sujud, para santri melanjutkan bacaan pada rakaat kedua. Dalam satu pelaksanaan salat tahajud, mereka membaca sekitar setengah juz atau kurang lebih sepuluh halaman.
Misbahul Ahmed, salah satu santri Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, menjelaskan bahwa kegiatan salat tahajud dengan membawa mushaf Al-Qur’an membantu para santri menjaga hafalan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa mengulang hafalan Al-Qur’an sekaligus membiasakan diri untuk lebih disiplin dalam beribadah setiap malam,” ujar Misbahul Ahmed.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan di lingkungan pesantren. Selain melatih kedisiplinan dalam beribadah, rutinitas tersebut juga membiasakan para santri memanfaatkan waktu malam untuk kegiatan yang positif dan bernilai ibadah.
Baca juga: AWALI MASA ORIENTASI, MAHASISWA BARU UNHASY ZIARAH KE MAKAM GUS DUR DI TEBUIRENG
Penulis: Umrotul Fadilah Arofah. (Instansi MAHASISWA KPI UNHASY)
Editor : Bagas Raditya Saputro