Teologi Pembebasan Islam

Komunitas Pustaka Jalanan: Menggugat Ketimpangan melalui Teologi Islam.

jatimmetropolis.com
Pustaka-Jalanan docs.

SIDOARJO – Komunitas Pustaka Jalanan mengangkat diskusi bertema Teologi Pembebasan Islam – Asghar Ali Engineer sebagai upaya membangun kesadaran kritis dalam membaca hubungan agama dan realitas sosial masyarakat.

Bagi Komunitas Pustaka Jalanan, agama tidak semestinya hanya berhenti pada persoalan ritual dan kesalehan individual. Islam harus hadir sebagai kekuatan pembebasan yang mampu menjawab persoalan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, diskriminasi, dan berbagai bentuk penindasan.

Baca juga: Komunitas Pustaka Jalanan: Menggugat Ketimpangan melalui Teologi Islam.

Pemikiran Asghar Ali Engineer (1939–2013), seorang pemikir Islam asal India, memberikan perspektif bahwa tauhid bukan sekadar pengakuan terhadap keesaan Tuhan, melainkan juga penolakan terhadap segala bentuk penghambaan dan dominasi manusia atas manusia lainnya.

Dalam pandangan Pustaka Jalanan, pemikiran tersebut penting untuk terus dibicarakan. Sebab, keberagamaan sering kali lebih sibuk merawat simbol dan formalitas ritual, sementara ketidakadilan sosial masih berlangsung di hadapan mata. Kemiskinan dianggap sebagai kegagalan individu, tanpa melihat struktur ekonomi dan relasi kekuasaan yang turut melanggengkannya.

Islam sebagai agama pembebasan harus berani mengambil posisi. Keberpihakan terhadap masyarakat miskin, kelompok tertindas, dan mereka yang terpinggirkan bukan sekadar persoalan kepedulian sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Melalui ruang diskusi ini, Komunitas Pustaka Jalanan ingin menegaskan bahwa membaca agama juga berarti membaca realitas sosial. Pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus melahirkan kesadaran dan keberanian untuk mengkritik ketidakadilan.

Editor : Bagas Raditya Saputro

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru