Mwcnu Perak Gelar Gerakan KOIN KEMANDIRIAN DAN INFAK, Libatkan Madrasah Se-kecamatan Perak

Reporter : Bagas Raditya Saputro

JOMBANG  – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Gerakan Koin Kemandirian dan Infak dalam rangka memperkuat kemandirian organisasi sekaligus menyukseskan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

 

Baca juga: Mwcnu Perak Gelar Gerakan KOIN KEMANDIRIAN DAN INFAK, Libatkan Madrasah Se-kecamatan Perak

Program ini dilaksanakan bersama Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Perak dengan melibatkan madrasah tingkat MI, MTs, hingga MA se-Kecamatan Perak. Melalui gerakan tersebut, para siswa diajak menumbuhkan kepedulian sosial, semangat berbagi, serta partisipasi dalam mendukung kegiatan organisasi Nahdlatul Ulama.

 

Sekretaris MWCNU Perak, Ebid Nasrulloh, S.Pd., menyampaikan bahwa Gerakan Koin Kemandirian dan Infak menjadi salah satu langkah untuk membangun kemandirian organisasi serta menanamkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong di lingkungan pendidikan.

 

“Melalui gerakan ini, kami berharap seluruh warga madrasah dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung kemandirian Nahdlatul Ulama. Kami ingin membangun semangat berbagi dan gotong royong, sekaligus mengajarkan kepada para siswa pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

 

Tujuan Gerakan Koin Kemandirian dan Infak

 

Gerakan ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memperkuat kemandirian organisasi Nahdlatul Ulama, menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan siswa, serta mengajak warga madrasah berpartisipasi dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di Kecamatan Perak.

 

Selain itu, dana yang terkumpul dari Koin NU akan dikelola oleh NU-Care LAZISNU MWCNU Perak untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Santri Nasional 2026. Program ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa agar terbiasa berbagi, berinfak, dan bergotong royong demi kepentingan bersama.

 

Jadwal Kirab Koin Kemandirian

 

Pengumpulan Koin Kemandirian dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis, 15 Oktober 2026, dan Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan waktu pelaksanaan menyesuaikan jadwal masing-masing madrasah.

 

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, kegiatan dimulai pukul 07.00–08.00 WIB di Yayasan Umar Zahid, dilanjutkan pukul 08.00–09.00 WIB di Yayasan Sayyid Abdurrahman, pukul 09.00–10.00 WIB di MI Al Hikmah Sumberagung, pukul 10.00–11.00 WIB di MI Tarbiyatut Tholibin Sembung, dan pukul 11.00–12.00 WIB di Yayasan Sunan Giri Gadingmangu.

 

Sementara itu, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, kegiatan dimulai pukul 07.00–08.00 WIB di MI Al Mukminin Kalangsemanding, pukul 08.00–08.30 WIB di Yayasan Abi Hurairoh Glagahan, pukul 08.30–09.00 WIB di MI Temuwulan, pukul 09.00–10.00 WIB di Yayasan Al Anwar, pukul 10.00–10.30 WIB di MI Khulafaur Rosyidin Plosogenuk, dan pukul 10.30–11.00 WIB di MI Islamiyah Ngaren Plosogenuk.

 

Ajak Madrasah Ikuti Peringatan Hari Santri

 

Selain Gerakan Koin Kemandirian dan Infak, MWCNU Perak juga mengajak setiap madrasah mengirimkan delegasi minimal 30 santri atau siswa untuk mengikuti Upacara Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Perak.

 

Upacara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Lapangan Pagerwojo. Partisipasi para santri dan siswa diharapkan dapat mempererat ukhuwah, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

 

Melalui program ini, MWCNU Perak berharap semangat kemandirian, kepedulian, dan kebersamaan semakin tumbuh di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, Gerakan Koin Kemandirian dan Infak diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Editor : Bagas Raditya Saputro

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru